Selasa, 16 Desember 2008

langkah hebat memberi pendidikan politik


Raih Pemilih Pemula Lewat Komik Politik

Liputan6.com, Jakarta: Banyak cara dipakai partai politik maupun calon anggota legislatif untuk menjaring dukungan menjelang Pemilihan Umum 2009. Yang mulai diperhitungkan adalah besarnya jumlah pemilih pemula yang belum paham politik. Merekalah target kampanye.

Salah satu strategi untuk menggaet pemilih pemula adalah melalui komik politik. Cara itulah yang dipilih caleg dari Partai Golkar, Nurul Arifin, untuk meraih dukungan. Melalui komik politik Putih Abu-Abu yang diluncurkan di Jakarta, Selasa (18/11), Nurul berharap bisa menularkan pengetahuan politik kepada anak muda.

Kehadiran komik politik disambut baik kalangan pengajar sebagai tambahan sumber pengetahuan. Komik ini juga menjadi salah satu terobosan kampanye politik di Tanah Air. Jelang Pemilu 2009, bukan tak mungkin komik serupa bermunculan.(TOZ/Tri Wibowo)

Bahaya Sampah Plastik bagi Lingkungan dan Kesehatan


NETIZEN--Salah satu faktor yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup yang sampai saat ini masih tetap menjadi "PR" besar bagi bangsa Indonesia adalah faktor pembuangan limbah sampah plastik. Kantong plastik telah menjadi sampah yang berbahaya dan sulit dikelola.
Diperlukan waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk membuat sampah bekas kantong plastik itu benar-benar terurai. Namun yang menjadi persoalan adalah dampak negatif sampah plastik ternyata sebesar fungsinya juga.
Lalu apakah anda tahu bahaya apa saja yang disebabkan kantong plastik bagi lingkungan hidup?
Dibutuhkan waktu 1000 tahun agar plastik dapat terurai oleh tanah secara terdekomposisi atau terurai dengan sempurna. Ini adalah sebuah waktu yang sangat lama. Saat terurai, partikel-partikel plastik akan mencemari tanah dan air tanah.
Jika dibakar, sampah plastik akan menghasilkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan yaitu jika proses pembakaranya tidak sempurna, plastik akan mengurai di udara sebagai dioksin. Senyawa ini sangat berbahaya bila terhirup manusia. Dampaknya antara lain memicu penyakit kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem saraf dan memicu depresi.
Kantong plastik juga penyebab banjir, karena menyumbat saluran-saluran air, tanggul. Sehingga mengakibatkan banjir bahkan yang terparah merusak turbin waduk.
Diperkirakan, 500 juta hingga satu miliar kantong plastik digunakan di dunia tiap tahunnya. Jika sampah-sampah ini dibentangkan maka, dapat membukus permukaan bumi setidaknya hingga 10 kali lipat! Coba anda bayangkan begitu fantastisnya sampah plastik yang sudah terlampau menggunung di bumi kita ini. Dan tahukah anda? Setiap tahun, sekitar 500 milyar – 1 triliyun kantong plastik digunakan di seluruh dunia. Diperkirakan setiap orang menghabiskan 170 kantong plastik setiap tahunnya (coba kalikan dengan jumlah penduduk kotamu!)
Lebih dari 17 milyar kantong plastik dibagikan secara gratis oleh supermarket di seluruh dunia setiap tahunnya. Kantong plastik mulai marak digunakan sejak masuknya supermarket di kota-kota besar.
Sampah plastik dapat menyebabkan perubahan iklim?
Sejak proses produksi hingga tahap pembuangan, sampah plastik mengemisikan gas rumah kaca ke atmosfer. Kegiatan produksi plastik membutuhkan sekitar 12 juta barel minyak dan 14 juta pohon setiap tahunnya. Proses produksinya sangat tidak hemat energi. Pada tahap pembuangan di lahan penimbunan sampah (TPA), sampah plastik mengeluarkan gas rumah kaca.
Lantas, apa solusinya mengatasi sampah kantong plastik?
Berbagai upaya menekan penggunaan kantong plastik pun dilakukan oleh beberapa Negara. Salah satunya dengan melakukan upaya kampanye untuk menghambat terjadinya pemanasan global. Sampah kantong plastik telah menjadi musuh serius bagi kelestarian lingkungan hidup. Jika sampah bekas kantong plastik itu dibiarkan di tanah, dia akan menjadi polutan yang signifikan. Kalau dibakar, sampah-sampah itu pun akan secara signifikan menambah kadar gas rumah kaca di atmosfer.
Apa yang harus kita lakukan?
Kurangi penggunaan kantong plastik sekarang juga dan gunakan tas kain setiap kali berbelanja. Jika hanya membeli sedikit, masukan barang belanjaan ke dalam tas. Ingatkan orang rumah atau teman kamu untuk selalu membawa tas kain saat belanja. Hubungi supermarket, mall dan toko buku langganan kamu untuk berhenti memberikan kantong plastik.
Namun seperti diungkapkan anggota Dewan Pakar Dewan Pemerhati Kehutanan dan lingkungan Tatar Sunda (DPLKTS) Sobirin, pengolahan sampah menjadi solusi terbaik. Jika rumah tangga atau komunitas terkecil di lingkungan belum bisa mengolahnya, di daur ulang, maka pemilahan menjadi langkah kecil terbaik.
Terlepas dari usaha dan upaya tersebut, menurut pendapat saya pribadi semuanya akan berpulang kembali kepada individu-individu masing-masing. Dan kesadaran dirilah yang menentukan berjalan atau tidaknya langkah-langkah yang telah di anjurkan.
Saat berbagai Negara mulai melarang dan merespon terhadap bahaya penggunaan kantong plastik, seperti di Kenya dan Uganda malah sudah secara resmi melarang penggunaan kantong plastik. Sejumlah Negara mulai mengurangi penggunaan kantong plastik diantaranya Filipina, Australia, Hongkong, Taiwan, Irlandia, Skotlandia, Prancis, Swedia, Finlandia, Denmark, Jerman, Swiss, Tanzania, Bangladesh, dan Afrika Selatan. Singapura, sejak April 2007 berlangsung kampanye ‘Bring Your Own Bag’ (bawa langsung kantong anda sendiri), digelar oleh The National Environment Agency (NEA). Dan Pemerintahan China juga telah mengeluarkan rancangan undang-undang (RUU) mengatasi kantong plastik. Dan reaksi yang telah disiapkan antara lain pelarangan penggunaan tas plastik di Departement Store.Para pembeli akan dikenakan bayaran untuk kantong plastik dan akan diberlakukan standardisasi produksi tas plastik.
Sedangkan bagaimana dengan Indonesia sendiri? Pemerintah belum secara nyata membuat kebijakan tersebut. Menyadari dengan kondisi Indonesia yang sekarang ini maka terinspirasilah dari berbagai informasi tentang pelarangan penggunaan kantong plastic dari berbagai Negara. Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) ITB sejak sebulan terakhir mulai menjalankan kampanye untuk ‘memusuhi’ kantong plastik, seperti yang dilakukan oleh Negara Singapura.
HMTL berupaya membangun komunitas yang benar-benar sadar akan bahaya penggunaan plastik secara berlebihan. Acara “Plastic Phobia” yang merupakan rangkaian akhir dari “Anti Plastic Campaign Bag” atau Kampanye Anti Kantong Plastik itu diwarnai oleh “happening art” dan aksi seni instalasi dari mahasiswa Design Grafis ITB.
“Semangat merubah budaya penggunaan kantong plastik perlu dilakukan dari individu masing-masing. Upaya ini sangat positif untuk menghentikan bencana lingkungan akibat kantong plastik di masa depan” kata Rektor ITB Prof. Dr. Joko Santoso di sela-sela acara kampanye itu. Menurut Joko, sudah selayaknya kawula muda lebih peduli dan ramah kepada lingkungan, karena generasi muda akan menentukan penyelamatan lingkungan di masa mendatang.
Jadi ingat, jangan membakar sampah plastik karena jika sampah itu di bakar racun yang ada dalam sampah tersebut akan membuat polusi di udara termasuk pada udara yang kita hirup yang dapat membuat kita sakit. Jangan mengubur sampah plastik karena racun yang ada di dalam sampah akan meresap atau merembes kedalam tanah dan membuat air yang ada dalam tanah akan tercemar begitu juga lingkungan di sekitarnya. Jangan membuang sampah plastik, karena racun yang ada dalam sampah dapat mencemari lingkungan di sekitar kita, makhluk hidup dan lingkungan kita akan mengalami kerusakan dan racun akan terus bertambah dimana-mana.

hadiah perpisahan buat bush


Presiden Bush Dilempar Sepatu

Liputan6.com, Baghdad: Kunjungan perpisahan Presiden Amerika Serikat, George Walker Bush, ke Irak sepertinya tidak akan pernah terlupakan. Alih-alih mendapat momen berkesan, sebaliknya Bush dihadiahi lemparan sepatu oleh seorang pria yang diidentifikasi seorang koresponden media televisi setempat.

Peristiwa ini terjadi saat Bush menggelar konferensi media dengan Perdana Menteri Nouri Al-Maliki. Dua kali lemparan sepatu memaksa sang Presiden menunduk untuk mengindari serangan. Dalam tradisi Irak, lemparan sepatu ke seseorang melambangkan penghinaan.

Bush mendarat di Bandara Internasional Baghdad dengan pesawat kepresidenan AS, Air Force One, Ahad (14/12) sore. Bush datang dengan pengawalan keamanan maksimum dan sangat dirahasiakan.

Kunjungan mendadak Bush ke Irak ini disambut dengan upacara resmi kenegaraan. Kedatangan Bush kali ini berbeda dengan tiga kunjungan ke Irak sebelumnya. Bush tidak mendapat sambutan resmi dengan alasan keamanan. Presiden Irak Jalal Talabani menyambut langsung Presiden AS yang mengobarkan perang di negaranya.

Kunjungan Bush dilakukan setelah sebelumnya Menteri Pertahanan Robert Gates melakukan kunjungan dalam rangka sosialisasai rencana penarikan mundur tentara AS dari Irak.

Kedatangan Bush ke Irak juga mendapat reaksi warga Irak. Sejumlah warga menilai kunjungan Bush ke Irak menunjukan kegagalan kebijakannya mengobarkan perang di negara itu. Mereka juga menilai kunjungannya mengisyaratkan adanya pendudukan AS atas Irak.(IAN)

4R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace)


Semakin bertambahnya penduduk kota Bandung dari tahun ke tahun, otomatis menimbulkan permasalahan baru mengenai tempat buangan dari sampah yang dihasilkan oleh aktivitas manusia per harinya. Seperti yang kita ketahui, pada umumnya; sebagian besar sampah yang dihasilkan oleh manusia merupakan sampah basah, yaitu mencakup 60-70% dari total volume sampah. Namun, banyaknya sampah yang dihasilkan oleh manusia tersebut seringkali tidak sebanding dengan penyediaan TPA sampah itu sendiri.

Mengapa tidak sebanding? Benturan kepentingan seringkali mewarnai efisiensi dan profitabilitas tempat atau lapangan luas yang tidak berpenghuni. Keinginan untuk mendirikan pusat perbelanjaan lebih besar dibandingkan dengan visibility di masa depan untuk menjadikan sebuah areal kosong sebagai TPA, dan seringkali berbenturan dengan undangan bisnis yang datang dari para investor. Sebut saja di Bandung, hanya ada satu atau dua TPA untuk menampung sampah yang dihasilkan oleh penduduk yang menetap dan pendatang. Akibatnya overloaded sampah pun terjadi, dan menelan korban jiwa yang tidak sedikit, seperti yang terjadi di TPA Leuwi Gajah beberapa waktu lalu. Lalu upaya seperti apa yang perlu dilakukan untuk mengelolanya supaya kejadian di TPA Leuwi gajah tidak terjadi lagi?

Pada prinsipnya pengelolaan sampah haruslah dilakukan sedekat mungkin dengan sumbernya. Selama ini pengelolaan persampahan, terutama di perkotaan, tidak berjalan dengan efisien dan efektif karena pengelolaan sampah bersifat terpusat (dilakukan oleh dinas kebersihan dan seluruh sampah dibuang ke TPA). Merupakan hal yang sangat sulit untuk hanya mengandalkan pemerintah daerah semata dalam menuntaskan permasalahan sampah di Bandung. Perlu adanya kesadaran dan peran serta masyarakat secara optimal di dalamnya. Maka solusi yang dapat ditawarkan kemudian adalah menerapkan dan mensosialisasikan kembali 4R (reduce, reuse, recycle, replace) ke masyarakat. Sosialisasi tersebut bukan hanya terbatas dengan iklan-iklan semata, melainkan juga dengan penerapan langsung di lingkungan. Tahap-tahap atau mekanisme yang dapat dilakukan antara lain dengan:

  1. Mensosialisasikan pejabat-pejabat terkait akan pentingnya prinsip dasar 4R,
  2. Kemudian diturunkan ke tingkat sekolah sebagai lembaga pendidikan. Kecenderungan yang ada adalah anak-anak cenderung lebih mudah untuk “ditulari” informasi yang berguna untuk lingkungan. Mereka akan dengan senang hati mempraktekkannya langsung pertama kali pada lingkungan sekolah; maka dengan sendirinya akan terbawa pada kesehariannya di rumah.
  3. Sosialisasi pada tingkat pendidikan dilaksanakan berbarengan dengan iklan-iklan di media massa dan elektronik berikut kegunaan 4R dan prakteknya, serta melalui slogan dan poster-poster.
  4. Selain publikasi, praktek langsungnya adalah dengan memisahkan dan menyediakan 3 jenis tempat sampah yang berbeda sesuai dengan jenis sampah yang dihasilkan. Sampah organik (dedaunan dan sisa makanan), sampah kertas dan kaleng ataupun botol, serta sampah plastik. Jenis tempat sampah ini sudah bisa dilihat di lapangan Sabuga Siliwangi, Bandung. Adapun kegunaan bagi pemisahan sampah tersebut adalah sampah organik bisa ditimbun langsung ke dalam tanah yang nantinya akan sangat berguna bagi pupuk; sampah kertas, kaleng ataupun botol dapat didaur ulang,. Namun yang paling sulit adalah sampah plastik karena tidak bisa didaur ulang. Oleh sebab itu usahakan jika berbelanja bawalah keranjang sendiri ataupun tidak menerima tas plastik.
  5. Sudah mulai disediakan 3 jenis tempat sampah tersebut di supermarket, atau sebagai pemicu pengunaannya tempat sampah tersebut disediakan di tempat makan, pusat perbelanjaan, perkantoran, ataupun sekolah.
  6. Jenjang waktunya dilakukan secara bertahap, yaitu satu tahun pertama untuk publikasi, penyuluhan dan penyediaan tempat sampah di tempat-tempat yang mengundang banyak massa. Setelah itu diadakan survei dari reaksi masyarakat dan hasil yang telah didapat. Maka dengan sendirinya proyek besar dan tingkat keberhasilan untuk menerapkan prinsip dasar 4R ini dapat terealisasikan sepenuhnya.

Yang perlu pemerintah daerah lakukan adalah men-support sosialisasi 4R tersebut ke masyarakat, sembari mencari TPA lain pengganti TPA Leuwi Gajah yang sempat longsor. Bagaimanapun juga jika prinsip dasar ini mampu terealisasi, secara tidak langsung juga mampu membantu proses pemilahan sampah tersebut di TPA yang ada. Dalam jangka panjang, disiplin masyarakat yang diprioritaskan sebagai basis penggerak pengelolaan sampah akan terbentuk dengan sendirinya untuk mulai peduli terhadap lingkungan dan diharapkan untuk secara bertahap mampu memecahkan permasalahan sampah di kota Bandung.

Dayeuhkolot dan Baleendah Kembali Terendam Banjir

Akibat Hujan Deras Selama Tiga Hari ini
Dayeuhkolot dan Baleendah Kembali Terendam Banjir
Bandung - Akibat diguyur hujan deras tiga hari belakangan ini, banjir yang cukup luas merendam berbagai daerah di sekitar Kec. Dayeuhkolot dan Kec. Baleendah. Sehingga, ratusan rumah terendam, bahkan ketinggian air ada yang mencapai 2 meter.

Berdasarkan pemantauan "GM" di lokasi banjir, Selasa (10/1), banjir kali ini lebih besar dibandingkan beberapa minggu belakangan ini. Karena curah hujan yang turun kali ini cukup besar dan berlangsung lama.

Beberapa warga terpaksa mengamankan barang-barangnya ke tempat yang lebih aman. Namun banyak pula peralatan rumah tangga warga yang tidak sempat terbawa sehingga terendam air. Barang-barang yang bisa diselamatkan warga diamankan dengan dibawa di atas ban karet, perahu ataupun ember yang ukurannya cukup besar.

Beberapa daerah yang terkena banjir cukup parah adalah Kampung Palasari RW 01 Kel. Pasawahan, Kampung Citepus RW 09 Desa Cangkuang Wetan, Kampung Bojongasih, Kec. Dayeuhkolot serta Kampung Parunghalang, Kel. Andir dan Kampung Jembatan, Kel. Baleendah, Kec. Baleendah.

Bersamaan dengan datangnya banjir tersebut, beberapa sungai yang ada di Kec. Dayeuhkolot dipenuhi tumpukan sampah sehingga menyumbat arus air. Seperti halnya yang terjadi di Sungai Citepus, tumpukan sampah yang ada di sana menyumbat arus air. Kebanyakan sampah tersebut berupa plastik, kayu, daun-daun, busa (styrofoam) dan sampah lainnya.

Menurut Yadi (47), warga Kampung Palasari RW 01 Kel. Pasawahan, banjir menyergap rumahnya sejak tiga hari lalu. Namun banjir pada Senin (9/1) malam merupakan yang terbesar dalam beberapa minggu terakhir ini.

"Banjir yang melanda wilayah kami belum juga surut airnya, sudah kembali diguyur hujan lebat dan cukup lama. Meski di wilayah Dayeuhkolot hujan tidak begitu besar, namun air kiriman dari wilayah lain itu kembali mengakibatkan banjir di daerah kami," tutur Yadi yang bekerja di salah satu pabrik di kawasan Dayeuhkolot.

Yadi pun mengkhawatirkan bila air tidak kunjung surut akan timbul berbagai macam penyakit yang menyerang warga. Sebab, air yang menggenang tersebut bercampur dengan berbagai macam kotoran, sampah, dan limbah.

Hal yang sama juga dikatakan Ny. Erna (37), warga Kampung Jembatan, Kel. Baleendah, setiap kali datang musim penghujan pasti daerahnya dilanda banjir. "Letak rumah warga lebih rendah dibandingkan Jalan Raya Laswi Baleendah. Lagipula rumah kami tidak begitu jauh lokasinya dengan aliran Sungai Citarum. Begitu Sungai Citarum meluap, airnya tumpah ke daerah kami," papar Ny. Erna.

Salat Id

Akibat banjir yang menyergap daerah Kampung Citepus RW 09 Desa Cangkuang, warga sekitar terpaksa melakukan salat Id dan melakukan penyembelihan hewan kurban di halaman sebuah pesantren. Karena halaman Masjid Al Ikhlas yang biasa digunakan salat terendam banjir hingga mencapai ketinggian 1 meter.

"Warga terpaksa salat Id dan menyembelih hewan kurban di halaman pesantren. Sebab hingga Selasa (10/1) siang, air di wilayah kami ini tidak kunjung surut," kata Ketua RW 09, Lili Suhaeli. ( B.33 )

Senin, 15 Desember 2008

buricak: Blogger

http://fadil.deviantart.com/

Blogger


Blogger,suatu piranti yang membuat manusia masuk kedalam jagat informasi
saling berbagi namun di dunia yang kasat mata

Untuk pertama kalinya saya ikutan blog biar bisa tukar cerita dan informasi bagi pengguna jagat maya yang haus informasi.(fadil,des 2008)